Recent Posts

Kamis, 17 November 2011

Sudin Pariwisata Jaktim Gelar Festival Budaya Jatinegara



Klik pada gambar untuk memperbesar.
Suku Dinas Pariwisata Kota Administrasi Jakarta Timur akan menggelar Festival Budaya Jatinegara, di Jakarta Gems Center (JGC), Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara. Festival yang bertujuan untuk mempromosikan JGC atau yang dikenal dengan Pasar Batu Aji Rawa Bening tersebut, rencananya berlangsung dua hari, 19-20 November 2011.

Kasudin Pariwisata Kota Adminsitrasi Jakarta Timur Kris Irawan mengatakan, selain untuk mempromosikan JGC kepada masyarakat luas, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan lokasi-lokasi yang layak menjadi objek wisata alternatif di Jakarta Timur, khususnya di Kecamatan Jatinegara.

“Jakarta Gems Center diharapkan ke depannya dapat menjadi pilar utama kawasan wisata Jatinegara bersama gedung eks Kodim, Stasiun Jatinegara dan Gereja Koinonia yang merupakan bangunan sejarah peninggalan kolonial Belanda,” kata Kris, di kantornya, Kamis (17/11).

JCG menurut Kris kondisinya saat ini sangat ideal sebagai salah satu kunjungan wisatawan di Jakarta Timur. “Belanja di Jakarta Gems Center saat ini sangat nyaman, sehingga konsumen betah dari pagi hingga malam berbelanja,” katanya.

Saat ini di JGC sendiri terdapat 1.330 kios yang menjual berbagai macam batu aji mulai dari batu permata, batu akik, hingga cincin dan barang antik. Pasca dilakukan renovasi, kondisi kios-kios di JGC sudah lebih luas dan tertata rapih. Pedagang yang membuka kios menurutnya berasal dari berbagai daerah, seperti Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. .  

Untuk menarik minat masyarakat, pada Festival Wisata Jatinegara 2011 nanti, pihaknya juga akan menghadirkan berbagai kesenian Betawi seperti tari ondel-ondel dan marawis, serta kesenian lainnya seperti reog ponorogo, barongsay, modern band dan misik dangdut. “Bahkan untuk semakin menarik minat pengunjung, juga akan digelar bazar yang menawarkan produk unggulan kerajinan tangan yang ada di Jakarta Timur seperti aneka mebel, souvenir, dan sebagainya,” kata Kris.

Sementara itu menurut Kasie Kehumasan Sudin Komunikasi Informatika dan Kehumasan Kota Administrasi Jakarta Timur Gatut Sudarsono, sejak diresmikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Fauzi Bowo pada Juni 2010 lalu, JGC kian dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga mancanegara.

“JGC telah menjadi obyek wisata, khususnya mereka yang memiliki hobi mengumpulkan dan memakai produk-produk berhiaskan batu aji,” kata Gatut.

Banyak wisatawan mancanegara yang datang dari Malaysia, Brunei, Jepang, Taiwan, bahkan Eropa dan Timur Tengah datang ke JGC untuk berburu berbagai jenis batu aji dan permata, serta beraneka ragam produknya. Tidak hanya itu, di lokasi ini juga terdapat berbagai kios yang menawarkan benda-benda pusaka dari berbagai daerah pelosok Nusantara, dengan bentuk yang unik dan menarik.

“Di JGC juga terdapat Pusat Informasi Batu-Batuan dengan berbagai bentuk, jenis dan penampilan yang dikumpulkan dari seluruh wilayah Indonesia,” kata Gatut. (Rodin Daulat/Kominfomas JT)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar